Rindu yang Ku Rindui

Sebenarnya Semua seperti mimpi…
Yap, seperti biasa. Seperti yang sering di nyanyikan oleh orang-orang terdahulu
Yang mengatakan “Bukan Perpisahan yang ku tangisi, tapi pertemuan yang ku sesali”.
……………..
Seharusnya semua sudah dapat ditebak ujung nya,
Namun ujung itulah yang tidak ingin aku ketahui, bahkan tidak ingin aku lihat.
Berawal dari Masa Orientasi….
“C E P A T !!!!!!!”
Teriakan keras seperti itulah yang sering terdengar di telinga kami.
Belum lagi teriakan-teriakan lain yang membuat kaki kami bergetar.
Yang membuat kepala kami tertunduk menahan takut.
Baca Lanjutannya…

SinopsisSkripsi Gw nih, Tentang TB Paru…

Cekidot ya brooo…

Dari hasil penelitian analisi perbedaan perilaku kader sebelum dan setelah pelatihan penemuan kasus baru (CDR) TB Paru ini didapat beberapa karakteristik responden sebagai kader TB Paru, diantaranya adalah jenis kelamin, umur, tingkat pendidikan, lama menjadi kader, dan pekerjaan responden selain menjadi kader TB Paru.
Dalam kamus bahasa Indonesia, jenis kelamin diartikan sebagai perbedaan yang nampak antara laki-laki dan perempuan dilihat dari segi dan tingkah laku. Dari 44 Kader TB Paru yang terdapat di Samarinda Utara pada tahun 2009 distribusi penyebarannya menurut jenis kelamin lebih banyak berjenis kelamin perempuan, dengan jumlah 33 orang (75%) dan yang berjenis kelamin laki-laki berjumlah 11 orang (25%). Walaupun banyak anggapan bahwa yang berjenis kelamin laki-laki adalah seorang pekerja keras, namun dalam hal ini justru yang berjenis kelamin perempuan yang terlihat lebih agresif dan tinggi produktifitasnya. Hal ini sejalan dengan hasil analisa sikap kader yang menyatakan bahwa hanya 9,1% yang berjenis kelamin laki-laki yang memiliki sikap positif pada saat pre test, dan 30,3% yang berjenis kelamin perempuan yang memiliki sikap positif.
Umur merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan suatu kinerja seseorang, baik yang berhubungan dengan fisik, daya fikir maupun tingkat produktivitas. Kader yang berumur lebih muda biasanya akan lebih kuat, agresif dan relatif lebih produktif dibandingkan dengan kader yang sudah berumur tua yang biasanya tingkat produktifitasnya cenderung menurun tetapi mempunyai pengalaman yang lebih. Responden pada penelitian ini lebih banyak yang berusia 49 tahun, yaitu berjumlah 6 orang (13,6%) dan selebihnya banyak tersebar di umur 45-60 tahun. Rata-rata usia responden yang ada merupakan responden yang berada pada masa produktivitas tinggi, dan masih mudah menyerap materi-materi pelatihan yang di berikan.
Hal ini sejalan dengan batasan yang diberikan Notoatmodjo (2007) bahwa usia erat kaitannya dengan kemampuan psikologis dan fisik seseorang dalam memperoleh pengetahuan tentang pentingnya peran kader dalam usaha penemuan kasus baru TB Paru melalui pelatihan. Demikian pula dengan adanya penerimaan suatu pengetahuan baru, umumnya golongan usia produktif akan lebih mudah dalam mengadopsi pengetahuan baru.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada post test terdapat 18 orang responden yang memiliki pengetahuan baik yang berada pada kelompok umur 45 tahun kebawah, 18 orang responden pada kelompok umur 45-60 tahun, dan 2 orang di atas 60 tahun yang pengetahuannya baik. Pengukuran post test sikap responden, ditemukan bahwa paling banyak yang memiliki sikap positif terdapat pada kelompok umur 45 tahun kebawah. Begitu juga dengan hasil analisa tindakan kader, kebanyakan yang memiliki tindakan positif berada pada kelompok umur dibawah 45 tahun.
Tingkat pendidikan seseorang, akan sangat mempengaruhi peningkatan kemampuan pengetahuan, sikap, dan tindakan. Kader yang mempunyai tingkat pendidikan lebih tinggi diharapkan lebih baik dalam hal peningkatan perilaku penemuan kasus baru TB Paru di Kecamatan Samarinda Utara. Dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggi akan memudahkan seseorang, khususnya kader dalam menerima suatu perubahan perilaku. Semakin tingkat pendidikan kader diharapkan cara berfikir akan menjadi lebih rasional sehingga kader semakin terarah dalam mengikuti atau berpartisipasi dalam suatu program kegiatan guna meningkatkan kemampuan pengetahuan, sikap, maupun tindakan dalam penemuan kasus baru TB Paru.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada saat post test hanya kader yang memiliki tingkat pendidikan sarjana yang 100% mengalami peningkatan pengetahuan. Pada pengukuran sikap didapat bahwa yang mengalami peningkatan secara signifikan adalah tingkat SMA, yaitu sebanyak 43,8%. Hasil penelitian tenrhadap tindakan kader, didapat kenaikan jumlah responden yang tindakannya postif pada tingkat pendidikan SMA yaitu sebanyak 42,1% dan tingkat sarjana sebanyak 13,2%.

POLITIK (11 v.s 10)

P.O.L.I.T.I.K—— Yap, satu kata yang sangat sederhana ini merupakan senjata nuklir terdahsyat yang mengelilingi kita dimanapun kita berada. Layaknya bom waktu, senjata ini bisa saja meledak kapan pun, dimana pun, dan kepada siapa pun. Politik juga bisa menjadi buah simalakama yang mana ketika harus di buang sayang dan ketika harus dimakan keras.
Politik dan kekuasaan merupakan suatu perpaduan yang saling mempengaruhi satu sama lain. Ketika sang pemangku kekuasaan menganut “politik biadab” – begitu saya menyebutnya- maka sebuah prediksi akan kehancuran suatu daerah itu sifatnya NYATA. Politik biadab berkiblat pada suatu kebijakan yang arogan dari seorang pemimpinnya. Tentu saja dampak dari semua kebijakan ini akan beribas nyata pada masyarakat yang sangat-sangat tidak berdosa. Sedikit banyak dampak-dampak negatif ini akan di rasa oleh masyarakat secapt atau lambat, langsung maupun tidak langsung.
Padahal jika dilihat dari teori klasik yang diberikan oleh Aristoteles yang menyatakan “Politik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama”, maka secara garis besar “kebaikan bersama dapat kita artikan sebagai kebaikan seluruh komponen masyarakat yang ada di dalamnya tanpa terkecuali. Masyarakat merupakan tujuan akhir dari segala kegiatan-kegiatan yang bersifat kebijakan publik. Dari beberapa pengertian dan ulasan yang saya berikan diatas, tentu para pembaca telah tahu bagaimana politik yang ada di negara kita, khusus nya di daerah tempat kita mencari sesuap nasi.
Baca Lanjutannya…

4 Thumb Up For You

Halooo bro, dah lama banget nih gw ga pernah bloging lagi. Kangen, dan bingung mau nulis mulai dari mana mau kemana dan stop dimana.
Yang jelas sekarang perasaan gw lagi bad in mood, kacau, balau, berantakan, hancur, lebur, soto ayam, sate, gado2, nasi goreng, nasi kuning, nasi padang, coto Makassar, dll, itu lah nama2 masakan nusantara (yang sempat di klaim ma si Malaysia).
Guys, lu semua udah pada tau kan klo sekarang gw kerja di Kabupaten Kutai Barat yang Membuat Gw Jauh Dari Keluarga, Pacar dan Teman2 (KKBMGJDKPT). Yaps, tentunya ada perasaan yang hilang walaupun di KKBMGJDKPT gw mendapatkan sesuatu yang baru, seperti teman2 dan pengalaman.
Lokasi tempat gw di tugaskan itu di Kecamatan Muara Pahu yang Jalannya Dari Ujung ke Ujung Terbuat Dari Kayu Ulin (KMPJDU2TDKU). Partner gw di KMPJDU2TDKU namanya Firmansyah, biasa gw panggil Bang firman, alias fire alias daeng, alias komanden. hmmm beruntung gw mendapatkan partner kerja kye bang fire, orangnya licah, cekatan, baik, dan berjiwa sosial tinggi. Kenapa gw bilang berjiwa sosial tinggi? jadi gini, kemaren pas gw melakukan perjalanan menuju kabupaten bersama bang fire dan bang Rudi (ex konsultan di KMPJDU2TDKU yang sekarang tugas di Long Bagun) kami melihat di tengah2 perjalanan ada seorang bapak yang mendorong motor karena mogok, dan kami pun menghampirinya. Gw gak nyangka aja mereka (Bang fire dan bang Rudi) termasuk gw, nolongin tuh bapak2 sampai ketemu bengkel, padahal jarak bengkel dari TKP mogok nya motor sangat jauh. Saat itu bang Rudi rela membawa motor bapak itu yang mogok dan si bapak bersama istrinya membawa motor nya bang Rudi sampai ketemu bengkel. Gw salut sama mereka, ternyata didalam muka yang sangar terdapat hati yang besar. 4 thumb up for you.
Gw juga selalu rendah diri ke mereka, karena sesuai sunnah rasul yang intinya kira2 gini “Rendah diri lah kepada orang2 yang mengajari mu”.
Waduh kok inti ceritanya jadi mengarah ke mereka ya!@#$%^&**(()….gak papa deh. Sebenarnya gw mau cerita tentang kisah percintaan gw, tapi kye nya nanti aja deh, soalnya cerita percintaan gw seperti sinetron Cinta Fitri yang episodenya panjanggggg bgt.

Halo Broooo….

Hay mas-mas bro and mba-mba bro yang masih setia nunggu tulisan2 goblok gw, apa kabar semua…gw minta ampyun sangat karna udah lama bin lawas binti malas nulis di blog ini. Yahhh tentunya semua banyak bgt alasan nya bro. slama kurang lebih 6 bulan 5 matahari 7 bintang yang gw jalanin, banyak banget cerita-cerita yang gw lewatkan untuk gw tuangkan di blog gw ini. Huuhhh panjang bgt deh pokok nya. Mulai dari gw nyusun skripsi, seminar 1 sampai dengan gw di wisuda. Dan akhirnya sekarang gw udah jadi sarjana dan bekerja sebagai Konsultan Pemberdayaan Masyarakat.
Brooo, gw bingung nih mw ceritanya mulai dari mana…
Mungkin langsung aja ya gw cerita tentang perjalanan gw mulai dari gw jadi sarjana.
Jadi gini ceritanya bro, kan anu….emmm itu loh, ehhhh anu..halahhhh….
Baca Lanjutannya…

Penulis Lama Bersemi Kembali

“Kreeeakkk”…seperti suara membuka pintu tua di rumah usang yg telah lama di tinggal penghuni nya. Bangunan rapuh yang hampir punah ini di penuhi oleh sarang laba-laba yang tebal nya sampai 2 cm. Sesekali kelelawar keluar dari sarang yang telah mereka buat di rumah ini. Terlihat sofa yang mulai tampak kubas kulit nya karena termakan usia. Yap, ini lah perumpamaan blog gw yang udah lama gak gw kunjungin dan gak gw gaulin. Usang, kotor, tua, dan bau…mohon maaf kepada para fans berat gw yang selalu menunggu tulisan terbaru dari gw. Kemarin asli gw sibuk banget dengan skripsi gw, dan alhamdulillah sekarang gw udah jadi seorang Sarjana Kesehatan Masyarakat.

Banyak kejadian-kejadian yang gw lewatin selama perjalanan gw baik itu dalam menempuh skripsi. Dan yang paling aneh lagi adalah sekarang gw jadi Photographer (dibaca, Tukang Poto, Red-). hahahaha.. Gw ga sabar ni pengen show ke kalian hasih jepretan gw, biasanya sih gw upload nya di Facebook doang…

Laskar Anti Sayur Sedunia

Sayur merupakan menu makanan yang harus kita konsumsi perhari nya (sumpret, gw anak kesmas tapi lupa *baca: ga tau* berapa proporsi, zat apa aja, fungsi nya sayur tuh apa aja). Yang jelas, sayur WAJIB kita konsumsi demi memenuhi ketercukupan asupan gizi kita (tuh kan, muter2 aja penjelasan gw).

Jenis-jenis sayuran yang sering kita jumpai dirumah kita adalah; sayur asem, sayur bening, sayur pare, sayur nangka, sayur labu, dan masih banyak lagi. Biasanya yah ibu kita tuh kreatif banget klo lagi bikin sayur, daun pepaya di campur dengan kecambah, daun singkong pake santen, pokok nya asal daun yang (dianggap) bisa dimakan tuh pasti mama ada aja ide kretif nya. Yeah asal jangan daun nangka aja yang di masak.

Baca Lanjutannya…

Secercah Asa Mahasiswa Bokek..

Ternyata FlexiNet masa berakhirx tuh tepat malam 12:01 dini hari. Paket unlimited dengan time base 2.500 per 24 jam akan berakhir masa berlaku nya. Wah gw jadi mikir mau pake CDMA jenis apa lagi yang murah? Wimode perharinya 10.000 rupiah,duh mahal banget untuk gw yang pendapatan perkapita perhari hanya dari mengulurkan tangan pada mama da papa.

Harapan gw adalah, semoga aja flexi membuat kebijakan baru untuk memperpanjang masa paket unlimited ini. Ayolah om flek, kami para mahasiswa bokek sangat membutuhkan partisipasi om flek. jangan di hentikan dong paket ini. yah yah yah..

Desa Idiot di Kabupaten Ponorogo

Tadi gw nonton berita yang sangat membuat gw kaget setengah mati dan ga nyangka di Trans 7, ternyata ada desa yang setengah penghuni nya adalah orang yang keterbelakangan mental. Yap, desa itu di beri nama oleh penduduk sekitar “Desa Idiot”. Terletak di pedalaman kecamatan Ponorogo dengan nama asli nya adalah desa Karang Patikan, dari 540 penduduk, terdapat 43 Kepala keluarga yang menderita ketergangguan mental. Dari pada gw panjang lebar dan takut salah2, mending gw taut kan aja cerita2 dari blog lai, berikut ceritax:

Baca Lanjutannya…

Pandangan Era Desentralisasi Kesehatan, Kajian Sistem Informasi Kesehatan

Gw ada sedikit materi tentang SIK (Sistem Informasi Kesehatan), tp gw lupa sumbernya dari mana, so mohon maaf jika yg ngerasa nulis ga gw sebutin sumber nya. Qt kan harus membagi ilmu kepada semua orang, betul tidak? hahaha (ketawa garing, dengan maksud membela diri)..

Semenjak diterapkannya kebijakan desentralisasi kesehatan, berbagai kalangan menilai bahwa sistem informasi kesehatan (SIK) di Indonesia semakin lemah (kalau tidak bisa dikatakan kolaps). Departemen kesehatan selalu mengeluh bahwa
Baca Lanjutannya…

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.